Realita Sosial dalam Naskah Drama “Lakon Jeng Menul” karya Puthut Buchori
Oleh: Muliyawati
Oleh: Muliyawati
Dewasa ini banyak berkembang berbagai cabang ilmu seni. Jika masyarakat sekarang telah mengembangkan seni hingga yang disebut kontemporer, maka tak kalah dengan zaman dahulu. Drama adalah salah satu cabang seni yang telah berkembang di dunia sejak ribuan tahun yang lalu. Drama mulai disukai oleh banyak orang dan berkembang hingga sekarang. Semua hal bisa ditampung oleh drama. Seni tari, olah vokal, setting panggung, dan musik merupakan satu kesatuan utuh dalam drama, yang jika ingin menilainya harus mengaitkan semua unsurnya. Begitu indah dan ada berbagai ekspresi diri.
Satu hal yang tidak kalah pentingnya yaitu penonton. Jika naskah drama yang dipentaskan memperoleh antusiasme penonton yang bagus, maka bisa dibilang bahwa drama tersebut sukses. Di Indonesia khususnya banyak sekali penulis naskah drama, beberapa diantaranya adalah Putu Wijaya dengan salah satu karyanya yang berjudul “Demokrasi”, Gusmel Riyadh dengan karyanya yang berjudul “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi”, “Anak Kabut” karya Soni Farid Maulana, ”Alibi” karya S. Jai, “Naskah Lakon Remaja Ibu Bumi” Karya Candra Barong Harjanto, dan masih banyak lagi.





