MENJELAJAHI ALUR/PLOT DAN DIALOG DRAMATIK “AYAHKU PULANG” KARYA UMAR ISMAILOleh: Elok Kholidiyah
Karya sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, persaaan, ide, semangat, keyakinan dalam seuatu bentuk gambaran kehidupan yang dapat membangkitkan pesona dengan alat bahasa dan dilukiskan dalam bentuk tulisan. Pesona tulisan-tulisan itu membuat seorang pecinta karya sastra seperti berjelajah di atas lukisan gunung, menjulang tinggi hingga membawa angan-angan menembus cakrawala. Menjelajahi karya sasra tidak sulit, cukup menggabungkan hati dengan apa yang kita baca, Ada dua macam karya sastra yaitu imajinatif dan non imajinatif. Imajinatif berupa puisi, cerpen, drama, dan lain-lain. Karya sastra itu ibarat lautan dan gunung, Jika laut kita harus mengarunginya dengan perahu kata dan imajinasi hingga titik pusat laut dengan melihat keindahan laut yang terlukis indah sehingga membuat kita ingin mengarunginya lebih jauh lagi. Tetapi jika gunung kita perlu menjelajahinya dengan mendaki ke atas melewati hutan-hutan belantara yang membuat kita penasaran. Walau penjelajahan di gunung itu melelahkan tetapi kita dapat menuju titik puncak gunung dengan memperoleh makna dan nilai tersendiri dari karya sastra itu.
Pendakian pada karya sastra akan terus berjalan menjelajahi pemikiran setiap pencinta karya sastra seperti berlari pada panggung tertinggi suatu karya sastra yang dipentaskan salah satunya seperti drama. Ketahuilah drama termasuk itu genre sastra imajinatif. Menurut definisi, drama adalah ragam satra dalam bentuk dialog yang dimaksudkan untuk dipertunjukkan di atas pentas (Zaidan, 2000). Mulyawan (1997:147) adalah salah satu genre sastra yang hidup dalam dua dunia, yaitu seni satra dan seni pertunjukan atau teater.Drama memiliki bentuk sendiri, saat puisi kebanyakan berbentuk monolog dan novel atau cerpen perpaduan dialog dan monolog, maka drama drama merupakan karya sastra berupa dialog yang diperankan melalui tokoh-tokohnya. Dengan melihat naskah pun pembaca akan mengetahui bahwa karya tersebut adalah drama.Berbicara mengenai drama, terutama naskah dramanya hati ini sangat tertarik dengan salah satu drama yang berjudul “Ayahku Pulang” karya Usmar Ismail. Saat membaca naskah drama ini perahu pemikiranku seperti ingin menjelajahinya dari ujung satu ke ujung lainnya. Judul naskah drama ini sangatlah sederhana tidak ada yang menarik hanya judul sering kita dengar entah di televisi atau sebuah lagi. Tidaklah menarik jika hanya dilihat dari judul. Memang judul ibarat etalase. Jika judul itu menarik dan indah pasti orang akan penasaran dengan apa yang ada dalam etalase itu. Oleh karena itu sempat ketertarikan itu menurun karena naskah drama ini terlalu sedahana dari segi judul maupun cerita keseluruhan. Sebenarnya keserhanaan itu lebih mengarah pada cerita yang sering terjadi di lingkungan sekitar. Tetapi setelah menjelajahi lebih jauh, ternyata penulis Umar Ismail benar-benar memberikan alur yang menarik untuk baca. Tidak hanya alur, dialognya sangatlah mudah dipahami karena gaya bahasa yang dituturkan tidaklah serumit dibayangkan. Dialog lebih akan mudah ditebak suasana maupun prasaan tokoh dari peran yang diperankannya. Oleh karena itu perahuku kini telah mengarah pada alur atau plot naskah drama ini. Tidak hanya alur tetapi juga dialognya. Walau sangatlah menarik tetapi jika dipikir seharusnya tidak perlu membuat berlebih-lebihan.





